Kilas Indonesia

Kemenag Pastikan Cahaya Pendidikan Santri Ndolo Kusumo Tidak Padam oleh Tragedi

Redaksi
3 menit baca
Kemenag Pastikan Cahaya Pendidikan Santri Ndolo Kusumo Tidak Padam oleh Tragedi

Jakarta (KILASINDONESIA.com) - Luka mendalam tengah menggores dunia pendidikan kita. Di saat pihak kepolisian tengah bekerja keras memproses hukum terduga pelaku kekerasan seksual di Pesantren Ndolo Kusumo, Pati, ada hati dan masa depan anak-anak bangsa yang harus segera diselamatkan. Tempat yang seharusnya menjadi ruang suci dan aman untuk menimba ilmu, justru menorehkan trauma. Namun, di tengah tragedi ini, cita-cita para santri tidak boleh ikut terkubur.

Hadir untuk merangkul dan melindungi, Kementerian Agama memastikan bahwa hak pendidikan anak-anak dari Pesantren Ndolo Kusumo tidak akan terhenti. Kemenag bergerak cepat turun tangan memfasilitasi kepindahan mereka ke sejumlah lembaga pendidikan yang aman, hangat, dan terpercaya di Kabupaten Pati. Langkah ini bukan sekadar urusan pemindahan administratif, melainkan upaya membalut luka dan mengembalikan asa mereka yang sempat terenggut.

"Pendidikan anak-anak kita dari Ndolo Kusumo harus terus berlanjut, dan menyelamatkan masa depan mereka adalah fokus utama perjuangan kami. Kita akan merangkul dan memindahkan para santri ke tempat yang lebih baik. Kami ingin memastikan senyum dan semangat mereka untuk kembali sekolah tidak pernah redup, tegas Direktur Pesantren, Basnang Said, di Jakarta, Senin (5/5/2026)."

Langkah ini menjadi komitmen nyata bahwa di tengah duka yang terjadi, negara hadir—tidak hanya untuk mengawal keadilan yang seadil-adilnya, tetapi juga untuk menjadi pelindung yang memastikan langkah anak-anak ini menuju masa depan tetap terang benderang.

“Ini merupakan langkah lanjutan setelah kita menghentikan proses pendaftaran santri baru di Pesantren Ndolo Kusumo. Santri Ndolo Kusumo berjumlah 252 anak. Sebanyak empat santri masih belajar di tingkat Raudlatul Athfal. Ada 89 sembilan santri tingkat Madrasah Ibtitadiyah dan 30 anak di antaranya kelas 6 dan sudah mengkuti ujian dari 4 – 12 April 2026. “Mereka yang kelas 6 tidak mukim di pesantren,” tutur Basnang.

Selain itu, ada 91 santri yang belajar di Sekolah Menenga Pertama, 50 santri di Madrasah Aliyah, dan 8 santri tidak sekolah atau hanya mondok. Mereka semua tinggal atau mukim di pesantren.

“Seluruh santri Ndolo Kusumo yang mukim di pesantren, sudah dipulangkan ke rumah masing-masing pada 2 dan 3 Mei 2026,” sebut Basnang.

Selanjutnya, kata Basnang, Kementerian Agama Kabupatan Pati akan memfasilitasi proses kepindahan sekolah para santri. Kemenag sudah mengindentifikasi dan merekomendasikan sejumlah lembaga, baik pesantren, sekolah, atau madrasah. Ada enam lembaga pendidikan yang akan menjadi tujuan kepindangan para santri Ndolo Kusumo, yaitu:

1) MI Khoiriyatul Ulum Sitiluhur, Gembong, Kab. Pati

2) MI Matholiun Najah Tlogosari, Tlogowungu, Kab. Pati

3) SMP Al-Akrom Banyuurip, Margorejo, Kab. Pati

4) MA Al-Akrom Banyuurip, Margorejo, Kab. Pati

5) MA Assalafiyah Lahar, Gembong, Kab. Pati

6) MA Khoiriyatul Ulum Trangkil, Kab. Pati

“Khusus Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Kemenag juga akan memproses kepindahan mereka ke madrasah atau sekolah binaan Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan Kab. Pati,” ujar Basnang.

“Sejalan dengan proses afirmasi terhadap para santri, Kemenag juga akan mencabut tanda daftar (Ijop) Pesantren Ndolo Kusumo, Tlogosari, Tlogowungu, Kab. Pati,” tandasnya.

Basnang menambahkan, pihaknya bersama Kanwil Kemenag Jawa Tengah telah mengunjungi Pesantren Ndolo Kusumo untuk memberikan pendampingan sekaligus mengambil langkah yang diperlukan dalam penanganan kasus kekerasan dan pelecehan seksual di lembaga pendidikan itu.

Hadir, Kasubtim Kesantrian Subdit Pendidikan Salafiyah Kemenag Fadhly Azhar, Kabid PD Pontren Kanwil Kemenag Prov. Jateng Moch Fatkhuronji, Katim LPQ PD Pontren Kanwil Kemenag Prov. Jateng Sri Puah, Kepala Kemenag Kab. Pati Ahmad Syaiku, Kasi PD Pontren Kemenag Kab. Pati Darmanto, Pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) sekaligus mewakili Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kab. Pati, KH. M Liwa Uddin, dan Pengurus Wilayah RMI Jawa Tengah, Umdatul Baroroh.

Bagikan:

Redaksi

Penulis di Kilas Indonesia. Menghadirkan berita terkini dan terpercaya untuk pembaca setia.

Berita Terkait

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!