Kilas Indonesia

Kemenag Matangkan Program KKN Nusantara PTKIN Tahun 2026: Pengabdian Berbasis Ekoteologi dan Tradisi Lokal

Redaksi
2 menit baca
Kemenag Matangkan Program KKN Nusantara PTKIN Tahun 2026: Pengabdian Berbasis Ekoteologi dan Tradisi Lokal

Lebak (KILASINDONESIA.Com) — Direktorat Perguruan Tinggi Keagaaman Islam Kementerian Agama terus mematangkan pelaksanaan KKN Nusantara PTKIN yang tahun ini mengusung pendekatan pengabdian berbasis ekoteologi dan tradisi lokal. Program tersebut akan melibatkan sekitar 260 mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia.

Mahasiswa peserta KKN Nusantara dijadwalkan tinggal dan mengabdi bersama masyarakat di wilayah Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, selama kurang lebih 40 hari. Kehadiran mereka diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi sosial, tetapi juga menjadi ruang belajar kehidupan masyarakat secara langsung.

Dalam pertemuan koordinasi persiapan program, Kepala subdit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Nur Khafid, menegaskan bahwa mahasiswa perlu memahami kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat, termasuk nilai-nilai kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat adat Baduy.

“Mahasiswa tidak hanya datang untuk mengabdi, tetapi juga belajar bagaimana hidup berdampingan dengan masyarakat dan alam melalui tradisi yang selama ini dijaga oleh warga,” ujar Khafid (12/05/2026).

Program KKN Nusantara tahun ini juga diarahkan untuk memperkuat kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan. Kehidupan masyarakat Baduy yang dikenal menjaga keseimbangan alam dipandang sebagai ruang pembelajaran penting bagi peserta KKN.

“Masyarakat di wilayah Baduy memiliki banyak nilai yang dapat dipelajari, terutama terkait cara menjaga lingkungan, hidup sederhana, dan mempertahankan tradisi,” lanjutnya.

Kegiatan KKN Nusantara turut melibatkan mahasiswa lintas daerah dan lintas agama sebagai bagian dari penguatan moderasi beragama dan kebangsaan. Selain mahasiswa dari PTKIN, program ini juga akan diikuti peserta dari latar belakang agama Hindu dan Kristen.

Camat Leuwidamar, Agung Nugraha, menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan lingkungan, dan literasi.

“Kami berharap mahasiswa dapat memberikan inspirasi dan membantu masyarakat, terutama terkait pendidikan, kebersihan lingkungan, dan penguatan kesadaran sosial,” ujarnya.

Dalam forum tersebut juga dibahas sejumlah isu yang masih dihadapi masyarakat, seperti pengelolaan sampah, rendahnya literasi sebagian warga, hingga pentingnya menjaga kesehatan lingkungan.

Program KKN Nusantara PTKIN sendiri dirancang sebagai ruang kolaborasi mahasiswa lintas daerah untuk memperkuat pengabdian masyarakat, moderasi beragama, dan pembelajaran kebhinekaan melalui pengalaman hidup langsung di tengah masyarakat adat dan lokal.

Bagikan:

Redaksi

Penulis di Kilas Indonesia. Menghadirkan berita terkini dan terpercaya untuk pembaca setia.

Berita Terkait

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!