Kilas Indonesia

Doakan Keselamatan Bangsa dan Kelancaran Muktamar NU, Majelis Riyadhoh Al-Qur'an Indonesia Gelar Semaan Al-Qur'an 30 Juz

Redaksi
3 menit baca
Doakan Keselamatan Bangsa dan Kelancaran Muktamar NU, Majelis Riyadhoh Al-Qur'an Indonesia Gelar Semaan Al-Qur'an 30 Juz

JOMBANG (KILASINDONESIA.Com) — Di tengah riuhnya Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Jombang, lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema khidmat dari sebuah ujung gang di kawasan Tambak Beras. Sejak 25 hingga 31 Agustus 2026, para hafidz dan hafidzah berkumpul untuk melaksanakan Semaan AlQur’an 30 Juz Bil Hifdzi sebagai ikhtiar batin untuk keselamatan bangsa dan kelancaran muktamar.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Majelis Riyadhoh Al Qur’an Indonesia di Ujung Gang 3, Tambakrejo, Tambak Beras, Jombang, ini diikuti oleh para penghafal Al-Qur’an dari berbagai daerah. Sejumlah peserta dari Kementerian Agama Kabupaten Jombang serta satuan kerja madrasah di sekitar Jombang turut ambil bagian secara aktif.

Tidak ada panggung megah atau kemeriahan seremonial layaknya agenda konvensional. Yang terdengar hanyalah bacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan secara hafalan, disimak bersama dengan seksama, dan berlangsung khusyuk hari demi hari hingga khatam 30 juz.

Inisiator sekaligus Ketua Dewan Pembina Majelis Riyadhoh Al Qur’an, H. Gugus Joko Waskito, menyampaikan bahwa kegiatan semaan ini merupakan bentuk partisipasi nyata lembaganya dalam

menyambut Muktamar NU ke-35. Di samping itu, kegiatan ini diniatkan sebagai ikhtiar spiritual demi mendoakan kelancaran dan kesuksesan Muktamar, kebesaran NU, serta keberkahan bagi bangsa Indonesia.

Doa khusus juga dipanjatkan bagi para Muassis NU, para pendiri, serta para ulama sepuh yang telah meletakkan fondasi perjuangan Nahdlatul Ulama dari masa ke masa.

“Kita mendoakan para Muassis NU, para ulama, seluruh peserta Muktamar, NU dan bangsa Indonesia.

Semoga perjuangan para Muassis mendapatkan rahmat dan keberkahan dari Allah SWT dan NU ke depan semakin membawa manfaat bagi umat dan bangsa,” ujar H. Gugus.

Bagi Majelis Riyadhoh Al Qur’an, semaan bukan sekadar agenda membaca kitab suci secara rutin, melainkan pengejawantahan dari tradisi keagamaan yang telah lama berakar di kalangan warga Nahdliyin.

Tradisi semaan menciptakan hubungan spiritual yang khas antara hafidz yang melantunkan hafalan dengan para jamaah yang menyimak. Al-Qur’an dibaca, didengarkan, dikhatamkan, dan ditutup dengan doa bersama.

Model khidmah keagamaan semacam ini telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut kehidupan masyarakat NU.

“Semaan Al-Qur’an ini bagian dari tradisi NU. Kita ingin tradisi ini hadir di tengah Muktamar. Kalau Muktamar adalah ikhtiar organisasi untuk menentukan arah NU ke depan, maka semaan ini menjadi ikhtiar batin kita melalui Al-Qur’an dan doa,” tegas H. Gugus.

Menurutnya, momentum Muktamar tidak hanya perlu diisi dengan diskursus intelektual, persidangan organisasi, dan dinamika struktural. Kesejukan spiritual juga mutlak dihadirkan agar seluruh rangkaian hajat besar warga Nahdliyin ini berlangsung dalam suasana yang teduh, damai, dan kondusif.

“Supaya adem situasi Muktamar NU, lancar dan sukses. Kita ingin ikut mengambil bagian dengan cara yang kami bisa: membaca Al-Qur’an dan mendoakan. Mudah-mudahan Allah memberikan kelancaran dan hasil terbaik untuk NU serta bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Pilihan lokasi kegiatan di sudut gang kawasan pesantren Tambak Beras memberikan nuansa tersendiri. Di tengah mobilitas tinggi para peserta muktamar dan hiruk-pikuk aktivitas di Kabupaten Jombang, suara merdu para hafidz dan hafidzah menjelma menjadi oase rohani dan ruang teduh bagi publik.

Setiap hari, para peserta melanjutkan estafet bacaan Al-Qur’an secara bil hifdzi tanpa melihat mushaf, sementara jamaah menyimak dengan khusyuk hingga tuntas 30 juz.

Dari tempat yang sederhana ini, Majelis Riyadhoh Al Qur’an mengirimkan pesan moral bahwa khidmah kepada Nahdlatul Ulama dapat ditempuh melalui berbagai jalan pengabdian. Ada yang berjuang melalui

forum muktamar, ada yang mengabdi lewat kepanitiaan, dan ada pula yang istiqamah menghidupkan tradisi Al-Qur’an serta mengetuk pintu langit dengan doa.

Bagikan:

Redaksi

Penulis di Kilas Indonesia. Menghadirkan berita terkini dan terpercaya untuk pembaca setia.

Berita Terkait

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!